Senin, 18 Juni 2012

RESUME BAHASA INDONESIA


RESUME UAS
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH

A.     KUTIPAN
Kutipan adalah Pinjaman pendapat dari seseorang, baik yang berupa tulisan dalam buku, majalah, surat khabar, jurnal, ataupun bentuk tulisan yang lainnya, maupun dalam bentuk lesan, seperti hasil pidato dan sebagainya.
Fungsi :
• Landasan teori
• Penguat pendapat penulis
• Penjelas suatu uraian
• Bahan bukti untuk menunjang uraian 

Ada 2 cara mengutip yaitu:
·         Kutipan langsung
adalah mengutip pendapat/buah pikiran orang lain seperti aslinya.
a. Kurang dari 40 kata
Merupakan bagian dari teks dan ditulis diantara tanda kutip (“…..”) dengan diikuti nama pengarang, tahun dan halaman.
b. Lebih dari 40 kata
Ditulis terpisah dari teks yg mendahului dan dimulai pada ketukan ke 6 dari tepi kiri dengan spasi tunggal.



·         Kutipan tidak langsung
Ø  Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain dengan bahasa penulis sendiri
Ø  Dalam kutipan ini telah terjadi perubahan bahasa dari aslinya dan diutarakan dengan gaya bahasa penulis.
Ø  Untuk menunjukkan bahwa naskah tersebut kutipan, diikuti dengan nama pengarang dan tahun.

B.     DAFTAR RUJUKAN/REFERENSI
Merupakan daftar acuan/daftar rujukan yang dirujuk oleh penulis dalam karya tulis ilmiahnya. Salah satu bagian dari sikap ilmiah, serta membutuhkan kecermatan & ketelitian dalam penulisannya.

Format Vancouver
• Menggunakan cara penomoran (pemberian angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi).
• Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan.
• Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan di bidang kedokteran dan kesehatan.

Format Harvard 
Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf miring.

Aturan dalam membuat daftar rujukan
·         Urutan penulisan rujukan adalah: nama pengarang, tahun, judul, kota terbit, penerbit.
·         Penulisan pengarang diawali nama keluarga
·         Urutan penulisan dipisahkan dengan sparator dengan titik (.) atau koma (,).
·         Judul ditulis huruf miring (italic) atau garis bawah (underline)
·         Pada daftar rujukan, rujukan ditulis urut abjad nama pengarang
·         Jarak antar rujukan 2 spasi, sedang antar baris dalam 1 rujukan 1 spasiJarak antar rujukan 2 spasi, sedang antar baris dalam 1 rujukan 1 spasi.

Tema, Topik, Judul Tulisan dan Kerangka Karangan
Tema
      Tema merupakan amanat yang akan disampaikan oleh penulis.
 Bisa berupa tema pendek dan tema panjang
1.       Tema pendek : berbentuk kata/frasa
 Misalnya :
-       Cinta
-       Kesenjangan sosial
2.       Tema panjang : berbentuk kata/frasa

Topik
Topik adalah pokok pembkicaraan/pokok permasalahan.
• Bersifat lebih khusus/konkret karena padadasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari tema.
Ciri-ciri topik :
- Bersifat umum dan belum terurai
- Harus sesuatu yang nyata/tidak boleh abstrak.

Judul
Merupakan penjabaran/perincian dari topik.
• Bersifat lebih spesifik dan telahmengandung permasalahan yang lebih jelas atau lebih terarah.
• Syarat-syarat judul yang baik :
- Harus relevan/bertalian dengan tema
- Harus “provokatif”/menarik
- Harus singkat

Kerangka Karangan
Merupakan rencana teratur tentangpembagian dan penyusunan gagasan.
• Berfungsi untuk mengarahkan.
• Dibentuk dengan menggunakan sistem tanda atau kode tertentu.
• Macam kerangka karangan :
o   Kerangka topik
-    Terdiri atas kata, frasa, dan klausa.
-    Tidak memerlukan tanda akhir titik karena tidak memerlukan kalimat lengkap.
o   Kerangka kalimat
-    Unsur-unsurnya berupa kalimat lengkap
-    Bersifat resmi
-    Memerlukan tanda akhir titik
•  Pola Punyusunan Kerangka Karangan
o   Pola Alamiah > berdimensi ruang dan waktu
-    Urutan ruang > pola penguraian yg menggambarkankeadaan suatu ruang.
-    Urutan waktu > berdasarkan urutankejadian/kronologis
o   Pola Logis
-    Klimaks - antiklimaks
-    Sebab - akibat
-    Pemecahan masalah
-    Umum - khusus

CATATAN KAKI
1. Fungsi
Menunjukkan sumber informasi bagi pernyataan ilmiah yang terdapat dalam tulisan ilmiah. 
2. Pemakaian
• Mendukung keabsahan penemuan atau pernyataan
• Referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan
3. Penomoran
Menggunakan angka arab (1,2, dan seterusnya) di bagian belakang yang diberi catatan kaki dan ditulis dengan teknik superscripts.
4. Penempatan
• Langsung di belakang bagian yang diberi catatan kaki.
• Yang umum adalah meletakkan di bagian bawah halaman atau pada akhir bab.
Ibid
• Singkatan dari Ibidum = sama dengan diatas.
• Ibid dipakai apabila kutipan diambil dari sumber yang sama dengan yang langsung mendahului (tidak disela oleh sumber lain), meskipun antara kedua kutipan itu terdapat beberapa halaman.
• Ibid tanpa nomor halaman dipakai bila bahan yang dikutip diambil dari nomor halaman yang sama.
• Jika bahan yang diambil (dikutip) dari nomor halaman yang berbeda, maka digunakan ibiddengan nomor halamannya. Ibid tidak boleh dipergunakan bilamana diantara dua sumber terdapat sumber lain, dan dalam hal ini dipakai op.cit. atau loc.cit.

Contoh Ibid :
22. Kuntjoro Purbopranoto, 1978, Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan dan Peradilan administrasi Negara. Cet. II, Alumni, Bandung, h.86.
23. Ibid. (berarti dikutip dari buku di atas dengan halaman yang sama).
24. Ibid, h. 90. (berarti halamannya berbeda)
op.cit
• Singkatan dari opere citati = karya yang telah dikutip.
• Dipakai untuk menunjuk kepada sumber yang telah disebut sebelumnya dengan lengkap tetapi telah diselingi oleh sumber lain. Pemakaian • op.cit harus diikuti nomor halaman yang berbeda.
• Kalau dari seorang penulis telah disebut dua macam buku atau lebih, maka untuk menghindarkan kekeliruan harus dijelaskan buku mana yang dimaksudkan dengan mencantumkan nama penulis diikuti angka romawi besar (I, II, III, IV, ……….dst) pada “footnote” sesudah tahun penerbitan di antara dua tanda kurung.

Contoh op. cit
18. Sudargo Gautama, 1973, Hukum Agraria Antar Golongan Alumni Bandung, (selanjutnya disingkat Sudargo Gautama I), h. 131.
19. Sudargo Gautama, 1973, Masalah Agraria. Berikut Peraturan-peraturan dan Contoh contoh. Cet ke II Alumni Bandung, (selanjutnya disingkat Sudargo Gautama II), h. 98.
20. Sudigdo Harjo Sudarmo, 1970, Masalah Tanah di Indonesia, Suatu Studi Di sekitar Pelaksanaan Land Reform, Di Jawa dan Madura. Bhatara, Jakarta, h. 54.
21. Sudargo Gautama I, op.cit, h. 139.


• Op.cit > yang dikuti adalah dari karya Sudargo Gautama dalam “footnote” nomor 18 (bukan 19).
• Ketentuan ini juga berlaku dalam pemakaian loc.cit. Bilamana mengutip dari seorang pengarang yang menulis dua buku atau lebih.
loc.cit
• Singkatan dari loco citati = tempat yang telah dikutip.
• Dipergunakan kalau menunjuk kepada halaman yang sama dari suatu sumber yang telah disebut sebelumnya dengan lengkap, tetapi diselingi oleh sumber lain.
• Nomor halaman tidak dicantumkan dalam penggunaan loc.cit, oleh karena nomor halaman itu dengan sendirinya sama dengan nomor halaman dalam karya yang disebut sebelumnya.
Contoh loc.cit :
26. E. Utrecht, 1960, Pengantar Hukum Administrasi Negara Indonesia. Cet. IV, Iktiar, Jakarta, h.176.
20. Sudigdo Harjo Sudarmo, 1970, Masalah Tanah di Indonesia, Suatu Studi Di sekitar Pelaksanaan Land Reform, Di Jawa dan Madura. Bhatara, Jakarta, h. 54.
27. E. Utrecht, loc.cit. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar